
Berhentilah Menebak-ntebak Mengenai Kinerja Pemanas PCB Anda
Selama bertahun-tahun, proses pemanasan dalam proses SMT pada dasarnya dilakukan menggunakan lampu inframerah yang “sederhana”. Anda hanya perlu menyambungkannya ke sumber listrik, lalu lampu tersebut akan menjadi panas. Anda hanya bisa berharap agar termokopel dapat mendeteksi kenaikan suhu tersebut sebelum merusak permukaan PCB.
Cara kerja seperti ini sangat merepotkan. Sejujurnya, kami sudah tidak mau menggunakan cara ini lagi. Dalam beberapa tahun ke depan, lampu inframerah ini akan digantikan oleh sensor yang lebih canggih—yaitu sensor yang terhubung ke jaringan komputer.
Masalah dengan Sistem Pemanasan “Pasif”
Saat ini, sebagian besar stasiun pemanasan menggunakan lampu kuarsa atau halogen yang bekerja pada tegangan tetap. Masalahnya adalah, kita tidak tahu kapan lampu tersebut mulai rusak atau filamen lampu tersebut mulai aus. Kita baru akan mengetahuinya ketika PCB mulai gagal dalam proses inspeksi menggunakan sinar-X, atau ketika terdapat sambungan solder yang tidak sempurna. Itu benar-benar mimpi buruk.
Oleh karena itu, kami mengubah cara komunikasi antara perangkat keras dan lampu tersebut. Kami memasukkan protokol komunikasi ke dalam kotak lampu tersebut. Dengan begitu, lampu tersebut dapat “berkomunikasi” dengan PLC, melaporkan kondisi filamen dan berapa banyak daya yang digunakan secara real-time.
Menghubungkan Data ke Sistem Komputer
Untuk mewujudkan hal ini, kami harus merancang ulang konfigurasi listriknya. Sekarang, bukan hanya kabel listrik saja yang digunakan; kami juga menambahkan kabel data ke dalam soket lampu tersebut. Dengan memantau penurunan tegangan dan fluktuasi arus, sistem dapat memberitahu kita apakah lampu tersebut akan segera rusak, sebelum hal tersebut benar-benar terjadi.
Bayangkanlah. Anda dapat mengganti lampu tersebut saat waktu istirahat tiba, sehingga seluruh proses produksi tidak terhenti di tengah pekerjaan.
Kompromi yang Harus Diterima
Namun, ada kendala yang harus dihadapi. Elektronik dan panas ekstrem tidak bisa berdampingan. Untuk mencegah modul IoT rusak, kita perlu menggunakan pelindung panas atau menjauhkan kontroler dari sumber panas tersebut. Hal ini berarti biaya awal akan lebih tinggi, dan kabel-kabelnya akan menjadi lebih rumit. Anda juga perlu memastikan bahwa kontroler tersebut mampu menangani lalu lintas data yang lebih besar.
Memang biayanya sedikit lebih mahal, tapi hal ini jauh lebih baik daripada harus menghadapi gangguan produksi yang tak terduga dan PCB yang rusak.